|
 |
|
Tuesday, November 20, 2007
Bukan bermaksud SARA.
Malam minggu kemarin gue habiskan ber-ice skating ria di Mall Taman
Anggrek. Padahal gue nggak sekalipun pengen, tapi apa daya si Kathy
kayaknya udah ngidam banget pengen ya sudahlah kami pergi kesana.
Pergi ke MTA yang mayoritas pengunjungnya Cina itu tentu saja bikin
gue terlihat seperti satu butir ketan hitam diantara ribuan beras
putih cianjur huahaha. Secara Kathy memang punya darah Cina, Rio memang
mukanya oriental banget padahal dia asli Padang, sedangkan Jimmy memang
asli Cina dan gue Jawa tulen. Udah dong,kami belajar ber ice
skating. Menyusuri pegangan di sisi lintasan. Hati-hati banget secara
licin dan kadang "diledek" oleh anak-anak kecil yang dengan santainya
meluncur dengan indahnya atau kadang berputar 360 derajat
berulang-ulang. Kami benar-benar tertohok akan aksi anak-anak itu. Kami
juga nggak tahu malu secara banyak juga "penonton" di luar sana yang
menonton aksi kami dan para ice skater cilik sialan itu.
Termasuk salah satunya balita Cina lucu umur 1 tahun, rambut dikuncir
dua ala Cindy Cenora bersama papa mamanya menonton dibalik kaca yang
kebetulan dekat dengan pegangan gue. Si balita itu nunjuk-bunjuk gue,
seperti ngomong sesuatu tapi gue nggak denger secara dibatesin kaca
getoh. Apalagi mamahnya juga ikutan nunjuk-nunjuk gue. Gue GR atau
jangan-jangan, kali ini (lagi) gue dikira mirip sopirnya.
Selesai ice skating, gue pun duduk di ruang tunggu luar. Eee nggak
tahunya nggak jauh dari tempat gue duduk ada balita lucu tadi. Kali ini
ditambah dua susternya. Balita itu nunjuk-nunjuk gue lagi. Kali ini dua
susternya juga ikutan senyum ke gue. Gue salah tingkah. Aduh
jangan-jangan gue dikira mirip sopirnya. Sampai akhirnya gue datengin
balita itu (dengan tersenyum) dan gue tanya ke mama-nya kok dari tadi
dia nunjuk-nunjuk melulu. Dan mamanya jawab : "Maaf Om, anak
saya dari tadi manggil-manggil karena Om dikira Om-nya, Om Chandra.
Makanya dari tadi dia manggil manggil "Om Chaca, Om Chaca"" Oalah.
Gue lapor ke temen-temen gue. Mereka tertawa karena gue dikira Cina
huahahaha. Kata temen-temen gue, "Bersyukur lo naik kasta secara
sebelumnya lebih sering dikira tukang ojek atau sopir". Mungkin karena
MTA ya bok, apapun yang masuk kesana pasti dikira Cina hihi Tapi tapi, bisa jadi Om Chandra itu sopir dia ?? Tetep dibahas :P Eh sekali lagi, ini bukan bermaksud SARA :D
Posted at 01:35 am by prabowo
Permalink
Monday, November 19, 2007
Minggu malam kemarin gue membunuh
waktu dengan berkaraoke. Lagu wajib yang selalu dipilih tidak lain
tidak bukan kalo nggak lagunya Vina Panduwinata atau Utha Likumahuwa.
Kadang lagu-lagu JK Records kami masukkan juga ke dalam list,
mulai dari Ria Rezty Fauzi, Heidy Diana sampai Endang S Taurina. Najis
sih tapi yang penting kami tertawa. Kadang memilih lagu ANGGUN (masih
pake C SASMI ), secara pengen ngetawain video klip-nya yang jadul
amburadul itu. Stocking jala-jala, rok span jeans dan tentunya topi
baretnya itulah yang juara banget. Ndilalah,
kok tiba-tiba teringat gerakan Jangan Hina Kahitna-nya Miund dan Wenni.
Jadi terpikir untuk memasukan lagu-lagu Kahitna dalam list :P, secara
jarang-jarang terpikir untuk nyanyi lagu Kahitna secara kami lebih suka
lagu jadul 80-an haha. Mulai dari Merenda Kasih, Nggak Ngerti, Tak
Sebebas Merpati sampai akhirnya muncul list lagu Cantik dan Cerita
Cinta. Video klipnya asli pula. Ada MARINA ALEXANDRA!!.Kemana ya tuh
orang ???? Ingat Marina , teringat pula majalah MODE yang jaya raya di tahun 80-an sampai awal 90-an itu hihi.
Posted at 12:02 pm by prabowo
Permalink
Saturday, November 17, 2007
Waktu kuliah tingkat pertama, ada matakuliah olahraga yaitu LARI. Lari keliling lapangan sebanyak 6 kali, atau kira-kira sama aja dengan lari 2.4 km. Selain tes tertulis, nilai juga didapat dari perkembangan catatan waktu dari tes pertama sampai tes ketiga yang diadakan di akhir semester. Tes pertama dilakukan di hari pertama matakuliah olahraga. Gue inget waktu itu gue ke GOR Pajajaran sore-sore untuk melakukan tes pertama. Pas liat lintasan atletik diluar lapangan bola itu,mental gue udah ciut duluan. Gila aja, 6 kali lari keliling lapangan bola ??. Apalagi sejak lolos UMPTN dan harus berangkat ke Bandung sampai akhirnya harus ikut tes lari, gue jarang banget olahraga. Berbekal badan yang masih cungkring banget (seukuran model-model PRADA di iklan majalah itu deh huahaha), gue agak-agak yakin bisa menyelesaikan. Tapi ciut juga sih liat beberapa teman yang PD abis sampai sebelum lari aja pemanasannya udah canggih banget. Badan ditekuk-tekuk, telapak kaki dijinjit-jinjit, diputer-puter sambil tangan ditarik ke kanan ke kiri. Persis seperti sprinter kalau mau lari cepat.
Eniwei, sampailah gue harus lari keliling lapangan 6 kali atau 2.4 km. Dua puteran pertama masih normal, kecepatan juga masih terjaga dan tetap semangat secara dibelakang gue masih banyak. Baru putaran keempat, mulai ngos-ngosan, keringat deras mengalir, kecepatan mulai menurun hanya masih terjaga berlari dan nggak sampai berhenti untuk ambil nafas. Sempet "panas" juga secara mau nyalip di depan aja nggak bisa-bisa. Apalagi bayang-bayang sorak sorai penonton dan pita di garis finish terus saja ada di pikiran gue. Halah. Biar berasa seperti di Olimpiade . Yang ada, pas gue nyampai finish langsung deh terkapar di tanah merah lintasan. Sialnya nggak ada sorak sorai penonton dan pita di lintasan garis finish:P. Catatan waktu gue cuma 12 menit 54 detik. Gue kira buruk ternyata rata-rata catatannya waktunya 14 menit kalo nggak salah. Yang lebih seneng lagi, pas ujian final gue bisa sampai 11 menit lebih. Walaupun ada juga temen gue yang bisa 10 menit. Edan Sekarang keadaan berubah. Badan gue udah nggak secungkring dulu lagi. Setelah tenis doang gak ampuh untuk bikin badan gue balik lagi ke berat badan normal, akhirnya gue pilih lari di gym lantai bawah untuk menambah porsi olahraga gue. Gue coba untuk lari sejauh 2.4 km. Penasaran saja berapa catatan waktunya dibanding 10 tahun lalu. Dan tahu gak catatan waktu yang gue bukukan berapa ? 22 menit lebih. Oh, Tidak!!! Akhirnya gue pilih lari jadi agenda rutin tiap malem. Ada untungnya juga berlatih lari tiap malem, selain badan jadi terasa makin fit, waktu main tenis pas ngejar bola terasa enteng banget. Hanya gak enaknya, pegel-pegelnya terasa sampai di mimpi. Haiya. Sudah tiga minggu ini gue rutin berlari. Kalau kemarin-kemarin cuma sekitar 2.4 km, sekarang sudah ditingkatkan menjadi 5 km. Dan yang bikin seneng, catatan waktu untuk 2.4 km gue sekarang udah lebih baik, yaitu 15 menit lebih. Masih jauh dari harapan gue di angka 12 menit hihi Gak bisa bangga juga sih kalau cuma lari 5 km secara Katie Holmes saja bisa nyentuh finish di lari maraton 50 km dengan catatan waktu 5 jam lebih 29 menit. Hebat! Ngomong-ngomong maraton, jadi inget mas Eduardus Nabunome. Jadi inget
pula nama-nama atlet Indonesia cabang atletik yang berjaya di SEA GAMES
era 80-an seperti Emma Tahapari, Ester Sumah, Henny Maspaitela, Mardi
Lestari, pejalan cepat Hasiati Lawole sampai Purnomo!. Kemanakah mereka? Camper boleh punya tagline "walk.don't run", tapi gue lebih pilih lari secara dapat keringatnya lebih cepat daripada jalan :D.
Posted at 11:21 am by prabowo
Permalink
Thursday, November 15, 2007
Screamfestindo
makin dekat aja nih. Pengen beli tiketnya lebih awal tapi takutnya
nanti nggak sama dengan apa yang geng-ceria pengenin. Nggak seru
juga kalau nonton sendirian. Tapi gue bakal ngasih tahu mereka kalau
diantara film-film horor itu, ada beberapa yang sepertinya layak
tonton, antara lain :
Selain ada SURPRISE MOVIE, ada juga
pemutaran film horor klasik tahun 80-an. Kira-kira, film-filmnya Eyang
Suzana ada nggak ya ?. Jadi teringat dialog si Eyang ini :
Eyang Suzanna : "Bang minta sate 200 tusuk makan disini, cepetan..biarin mentah juga enak"
Merinding nggak lo ???
Kalau ada the best screenplay untuk horor, dialog diatas juara kali ya?
Jadi pengen makan melati huahahaha.
Posted at 12:37 pm by prabowo
Permalink
Wednesday, November 14, 2007
Gue dulu paling anti kartu
kredit. Tapi setelah ada kartu kredit dari bank (katanya nomor satu di
Indonesia) yang memberikan penawaran Buy One Get One di 21 dan upsize
minuman (kadang bisa Buy One Get One kalau ada menu baru) di
bintangdolar, gue langsung tertarik pengen punya kartu kredit. Dua
penawaran itu sudah mewakili kesukaan gue akan nonton dan minum kopi,
jadi gue berpikir nggak ada salahnya memilikinya hihi. Trus kapanlagi
coba bisa nonton di EX dengan cuma 25 ribu tapi dapat kursi empuk,besar
dan paling juara diantara cineplex lain ?. Walaupun sekarang banyak
salahnya juga gue memilikinya, secara nggak hanya buat nonton di 21 dan
minum kopi, kartu kredit itu sering disalahgunakan juga dengan asal
gesek bayar makan, beli jeans, penawaran istimewa hotel baru di Bali
kemarin dan lain lain. Yang dulu hanya cukup dengan limit sebesar X,
sekarang minta dinaikin dua kali lipatnya.Hah. Melihat baliho besar kartu kredit Bank MandiSendiri di Jalan Blora kemarin, bikin gue pengen banget apply
secara iming-imingnya adalah diskon 50% di BANYAK resto di Jakarta yang
tentunya restonya memang terkenal dan tempatnya strategis (buat gue),
bukan seperti kartu kredit ada-deh yang cuma ngasih diskon 10% dan
letak restonya di Pluit atau Kelapa Gading pula. Ditambah pula temen
kantor gue punya kartunya jadi penawaran dari kartu kredit MandiSendiri
itu bisa gue buktikan dulu. Semisal kemarin ngopi di cafe E, dapat
diskon 50% minimal pembelian 75 ribu. Masih wajar secara harga satu
cangkir aja bisa 30 ribuan, jadi pas bila berdua bisa abis 75 ribu,
dapat diskon pula. Atau waktu itu gue pernah beli Es krim Dagenhas
(sengaja diplesetin, tapi tetep ketahuan), dengan kartu kredit itu bisa
diskon 50%. Ada lagi, diskon 75% di resto Pizza yang lumayan terkenal
dengan pizza tipisnya itu (tom yum-nya juga enak) memakai kartu kredit
itu juga. Gila ya, penawaran kartu kiredit dari bank itu emang benar
dan NYATA manfaatnya. Lain lagi ceritanya dari kartu kredit
keluaran bank yang punya tagline "the world's local bank" . Kadang
penawarannya sungguh ajaib. Udah seneng nih dapet info bahwa kartu
kreditnya menawarkan diskon "menarik" makan di suatu resto, tapi
setelah ditelusuri ternyata tempatnya JAUH di ujung Jakarta sana. Atau
kadang ngasih diskon 50% di resto terkenal di pusat Jakarta, pas
nyampai sana pelayannya bilang "yang didiskon hanya di lembar menu ini
aja Mas". Setelah gue lihat menunya, gue berpikir sepertinya menu yang
dikasih diskon adalah menu-menu yang NGGAK LAKU. Pas gue icip, pantesan
nggak laku wong rasanya nggak istimewa banget. Atau pernah
si Kathy dengan gembiranya dapat SMS bahwa ada penawaran diskon 50%
untuk MINUMAN saja di cafe (yang bisa dikira butik Jeans punya Gloria
di Cihampelas kalau nggak ada embel-embel coffee di belakangnya) dari
kartu kredit bank itu. Secara jarang-jarang ya, dia seneng banget. Pas
nyampe sana, udah pesen minum trus bayar pake kartu kreditnya nih, dia
kaget karena nggak ada tuh diskon 50%. Dia komplain dan pelayannya
bilang : "Maaf mbak, diskon 50% hanya untuk MINIMAL PEMBELIAN MINUMAN
200 Ribu". Siapa juga yang mau minum kopi bergelas-gelas sampai harus
habis 200 Ribu ? kalaupun berempat, paling-paling habis 100 ribu untuk
MINUMAN SAJA. Marketing-nya yang tolol atau suka ngibulin orang ?.
Ada lagi kasus, ketika Blitz baru buka. Kami merasakan euphoria ketika
bank itu memberikan penawaran Buy One Get One ticket nonton di Blitz.
Jelas-jelas di baliho besar di JALAN BLORA itu tertulis "Buy One Get
One". Udah dong rame-rame kesana, genap berenam. Lumayan dong cuma
bayar bertiga. Pas bayar di konter tiket, temen gue mengeluarkan kartu
kredit bank itu WARNA SILVER. Tiba-tiba penjaga konternya bilang "Wah
maaf Mas, Buy One Get One-nya hanya untuk yang GOLD dan PLATINUM!".
Sudah susah payah antri ujung-ujungnya makin dibikin bete.
Nah,tadi malam nih ketika gue antri beli minuman di Blitz, ada mas-mas
sales yang menawari gue kartu kredit dari bank itu. Gue udah
menolaknya, tapi dia tetep kekeuh juga. Sampai akhirnya gue bilang : "Mas saya mau deh apply yang SILVER asal SAAT INI juga yang SILVER bisa buy one get one beli tiket di Blitz" Masnya langsung pergi ninggalin gue Hehehe
Posted at 12:13 pm by prabowo
Permalink
Monday, November 12, 2007
Gimana nggak ngeces kalau tiap hari gue selalu buka blog ini dan blog ini.
Jadi pengen tom yum dan salad mangga. Hah.
Posted at 12:05 pm by prabowo
Permalink
Thursday, November 08, 2007
Salah satu parter in crime gue punya
keinginan yang ajaib. Pengen punya kulit hitam.Padahal kulit putih
beningnya itu diiriin banyak pihak. Sampai gue pernah bilang ke dia
:"ya bintang iklan POND's aja sampai iri ya liat elo ?".
"Gue pengen kulit gosong, biar kayak Fahrani" katanya. Halah halah.
Semua usaha sudah dilakukan mulai dari berjemur diatas genteng,
berenang di kolam renang daerah Pantai Indah Kapuk sana pas jam 12
siang sampai dipanasin di dalam tabung (gue gak tahu namanya, tapi
mirip banget di film Final Destination 3).
"Eh ajarin tenis dong, TAPI GUE MAUNYA JAM 12 SIANG", minta ke gue. Ya gue yang bakal jadi arang kaleee.
Semua usaha diatas telah dilakukan tapi hasilnya nihil. Kulitnya tetep
aja putih bening tuh, katanya dia yang menjadi putri POND's 2008
huahaha.
Trus gue bilang, "Emang gak ada ya LOTION PENGHITAM KULIT ? bukannya ada tuh Banana Boat ?".
Dia jawab, "Iya itu sih tanning oil, gue sih udah punya, gue pengen
cari BODY LOTION yang bisa dipake sehari-hari biar makin item"
Dan dia pernah masuk ke Toko Tubuh dan pas nanya ke mbak-mbak pelayannya "Mbak ada lotion penghitam kulit ?"
"Wah nggak ada mbak" Mbaknya jawab sambil takjub mikir "Kok ada cewek
metropolis yang pengen kulit hitam disaat semua produk kecantikan
mengeluarkan produk pemutih buat para wanita tropis". Huahahaha.
Kemarin dia ulangtahun. Malam ini gue mau ketemu dia. Tapi kadonya
belum ada. Ada yang tahu dimana tempat membeli body lotion PENGHITAM
KULIT ?
Sepertinya kado buat dia dari gue itu deh hehe.
Posted at 01:41 pm by prabowo
Permalink
Wednesday, November 07, 2007
Gue pernah di komplain bila
nonton acara-acara di TV swasta Indonesia. Menurut orang yang
mengomplain saya, banyak acara di TV Indonesia yang membodohi
(terserah, yang penting gue sih dapet duit HALAL dari sini huahahaha).
Menurutnya, tontonan tuh harus CNN, BBC, beberapa series di Starworld
atau tayangan olahraga di ESPN atau StarSport. "Ngapain sih nonton
infotainment! Nggak mutu banget!" kata dia ketika gue nonton
infotainment. Gue bilang ke dia dengan muka datar tapi sungguh congkak
nan pongah,"Ya gue kan udah pinter, ngapain nonton orang-orang pinter
lagi?". Jawaban yang ampuh untuk mengatasi orang yang komplain ke gue
itu.Pasti ada yang ngerasa hihi. Eniwei,meskipun banyak acara
yang membodohi, sebenernya banyak acara TV Indonesia yang bisa bikin
kita tertawa lho. Ngapain juga nonton sesuatu yang serius kalau nonton
TV kan tujuannya untuk refreshing. Tayangan yang paling bisa
bikini gue tertawa adalah Infotainment In**et. Selain pembawa acaranya
yang kocak plus sinis-sarkas-elegan, jam tayang siang weekend juga pas
banget buat di nonton sambil malas-malasan abis bangun tiur. Nah, salah satu fitur yang paling jadi favorit gue adalah…liputan RUMAH ARTIS.
Rumah MBAK INUL yang di PONDOK INDAH itu, sepertinya mengukuhkan rekor
sebagai rumah artis paling banyak di liput. Karena seringnya
diliput,gue jadi hapal beberapa bagian rumah mbak Inul beserta
PERABOTANnya. Pertama bagian ruang tamu. Di ruang tamu mbak
Inul ada jam tinggi ala GRANDFATHER CLOCK yang banyak dijumpai di altar
tempat sesaji di Gunung Kaki,yang menurut berbagai sumber
jam-segede-box-telepon-umum di Gunung Kawi itu adalah jam pemberian
yang berhasil kaya setelah ke gunung itu. Tapi punya mbak Inul lebih
bagus, dengan tiang emas melingkar-lingkar bagian ujungnya plus ada
bayi ala Cupid yang membopong jam bagian atas. Selain ini, sofanya
sungguh juara. Sofa besar warna emas dengan kain motif bunga-bunga.
Mengingatkan gue akan era Renaissance. Lengkap pula ukiran-ukiran emas
di setiap pinggir meja yang kalau anak kecil berlarian trus menabrak
ujung meja itu bisa nangis meraung-raung, karena banyak banget
tonjolan-tonjolan berukir. Untung ditengah kursi tidak ada kepala elang
seperti layaknya kursi keluarga kaya di sinetron-sinetron Indosiar.
Belum berhenti kesitu. Sekarang ke arah KAMAR TIDUR UTAMA. Matras
terbuat dari kayu, dengan tiang-tiang disetiap sudut yang dipakai untuk
korden. Kordennya pun bukan korden kain tipis putih melainkan kain
tebal berwarna coklat dengan bordiran emas disetiap ujungnya, plus tali
pengikat besar berwarna emas. Dan entah kenapa ada aksen GAMBAR GITAR
di bagian senderannya. "Ya saya kan penyanyi, GAMBAR GITAR menunjukan
saya suka musik",katanya. Depan kamar tidur utama ada meja rias. Di
samping meja rias ada RAK KACA yang berisi…HAND PHONE, yang oleh mbak
INUL handphone tersebut ditata ala etalase toko HP di Roxy.Sumpah
mirip. Ketakjuban gue belum berakhir. Dengan segala
keagungan interior rumah ala DA VINCI (jadi teringat tante-tante
sasak),kok tiba-tiba di ruang kostum dan make-up ada…JAM DINDING
PLASTIK BUNDAR (yang biasanya kita bisa dapat bila ada promo "beli 10
deterjen gratis 1 jam dinding") yang bergambar...DIRINYA. Gue tertohok melihatnya. Kemarin gue diberi bahan ketawaan lagi.
Kali ini rumah MOLDI, personel band RADJA. Patung bayi berambut ikal
ala cupid menyangga baskom berdiri kokoh di ruang tamu. Di ruang
kelurga ada kaca yang ukirannya lebih besar dari kacanya, tentunya
lengkap dengan meja yang berukir ala DA VINCI. Dan entah kenapa
ada PATUNG DEWI memegang tongkat tertempel di dinding mengingatkan gue
akan rumah Lia Eden. "Saya pengen rumah kayak di TELENOVELA",kata istri Moldi. Ya mbak, rumah ala telenovela memang cocok di negara asal telenovela kali,di Indonesia belum tentu.
Yah namanya juga selera ya. Yang pasti iklan DA VINCI di KOMPAS yang
segede baliho itu (yang meski sudah didiskon 99% harga masih diatas 20
jeti itu) ternyata ampuh menarik hati mbak Inul dan Mas Moldi.
Setidaknya melalui tulisan ini saya berpesan kalau suatu saat rumah
saya saya desain ala Renaissance, pilar-pilar tinggi ala koloseum Roma,
furniture dari DA VINCI lengkap dengan patung bayi menyangga baskom,
patung putri memegang timbangan dan pintu rumah gue bergagang kepala
singa besar menggigit hulahop, tolong sadarkan saya dengan cara
menyiram saya dengan air kembang ya. *ketuk-ketuk kayu*
Posted at 12:22 pm by prabowo
Permalink
Monday, November 05, 2007
Posted at 10:25 am by prabowo
Permalink
Thursday, November 01, 2007
Makan sushi sepuasnya....
Beberapa hal yang bisa
menghalagi gue untuk berolahraga adalah diajak nonton, diajak ngopi
(apalagi ada yang mau menyebar gosip (pertemanan) terbaru) atau diajak
makan di salah satu resto yang kebetulan hari itu adalah ada diskon
hari terakhir. Seperti tadi malam. Niat berolahraga sudah ada di pikiran sejak pagi harinya. Tapi entah kenapa ajakan nonton LUST, CAUTION
begitu kuatnya sampai saya nggak berpikir dua kali untuk
menolaknya. Karena memang film itu sudah seminggu
lalu bikin gue pengen cepet-cepet nonton sebelum kedahuluan
dapat spoiler dari sana-sini. Tiket udah dibeli. Jam 18:45. tapi tiba-tiba salah gue mendapat SMS. " Tokio Joe diskon 50%. hari ini terakhir. tutup jam 23:00. Mau ?". Tokio Joe
ini adalah resto Jepang yang menyediakan berbagai macam sushi, sashimi
dan teman-temannya. Kalau nggak diskon 50% gue gak bakal mau. Mahal, 6
pieces sushi saja bisa sampai 70 ribuan. Kami berempat yang sudah
kepalang basah membeli tiket mau nggak mau harus nonton. Masalahnya
film-nya 2,5 jam. Keburu sih kalau umpama langsung ke Mandarin Hotel.
Tapi poin-nya adalah : jam 10 malem apakah sushi-sushi keparat itu
masih tersedia ?. Dua dari kami memang sudah kelaperan
sebelum nonton. Ditambah ada SMS Itu, jadi makin kelaparan luar biasa.
Mereka berdua nggak konsen nonton. Filmnya selesai. Buru-buru kami ke Tokio Joe, Hotel Mandarin itu. Nyampai jam 22:00. Untungnya, sushi dan sashimi-nya belum abis!.
Langsung pesen banyak. Volcano (sushi udang dengan mayo bakar yang
lumer dibagian atasnya), Supermodel (ada cabe rawit di dalam sushi isi
kepiting dan asparagus), Deep Ocean Rool (sushi is oysterrr, nggak
nahan!) sampai Umau (bayam dengan bumbu kacang, mirip PECEL tapi entah
kenapa bumbu pecel disini begitu nendang!). Makan,makan,makan.Abis.
Pesen lagi , MUMPUNG 50%. Makan lagi. Rebutan. Sekalian aja
dessert-nya, MUMPUNG 50%. Ayo ayo. Makan,makan. Cobain es kacang merah
dengan es krim vanila. Makan, makan,makan. MUMPUNG 50%. Kenyanggg! Kami melangkah pergi dengan langkah pelan menuju parkiran. Kekenyangan luar biasa tentunya.
Tapi setidaknya, nggak berolahraga malam kemarin terbayar dengan FILM
YANG BAGUS dan MAKANAN YANG ENAK. Dua kombinasi yang jarang dalam satu
malam. Perut buncit ini seharusnya tidak dibiarkan membuncit lagi. Hah.
Posted at 02:32 pm by prabowo
Permalink
|
|
|