tentang saya : pecinta kopi banget dan penggemar tidur.

turis dari Jepang ? :))


email : prabowosp@gmail.com


yang pasti seru...

sinema indonesia
imdb
mpok jane & neng sarah
espn
eurosport
wenni
miund
aalayaa
the sartorialist






   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Tuesday, November 20, 2007
Naik kasta

Bukan bermaksud SARA.

Malam minggu kemarin gue habiskan ber-ice skating ria di Mall Taman Anggrek. Padahal gue nggak sekalipun pengen, tapi apa daya si Kathy kayaknya udah ngidam banget pengen ya sudahlah kami pergi kesana.

Pergi ke MTA yang mayoritas pengunjungnya Cina itu tentu saja bikin gue  terlihat seperti satu butir ketan hitam diantara ribuan beras putih cianjur huahaha. Secara Kathy memang punya darah Cina, Rio memang mukanya oriental banget padahal dia asli Padang, sedangkan Jimmy memang asli Cina dan gue Jawa tulen.

Udah dong,kami belajar ber ice skating. Menyusuri pegangan di sisi lintasan. Hati-hati banget secara licin dan kadang "diledek" oleh anak-anak kecil yang dengan santainya meluncur dengan indahnya atau kadang berputar 360 derajat berulang-ulang. Kami benar-benar tertohok akan aksi anak-anak itu. Kami juga nggak tahu malu secara banyak juga "penonton" di luar sana yang menonton aksi kami dan para ice skater cilik sialan itu.

Termasuk salah satunya balita Cina lucu umur 1 tahun, rambut dikuncir dua ala Cindy Cenora bersama papa mamanya menonton dibalik kaca yang kebetulan dekat dengan pegangan gue. Si balita itu nunjuk-bunjuk gue, seperti ngomong sesuatu tapi gue nggak denger secara dibatesin kaca getoh. Apalagi mamahnya juga ikutan nunjuk-nunjuk gue. Gue GR atau jangan-jangan, kali ini (lagi) gue dikira mirip sopirnya.

Selesai ice skating, gue pun duduk di ruang tunggu luar. Eee nggak tahunya nggak jauh dari tempat gue duduk ada balita lucu tadi. Kali ini ditambah dua susternya. Balita itu nunjuk-nunjuk gue lagi. Kali ini dua susternya juga ikutan senyum ke gue. Gue salah tingkah. Aduh jangan-jangan gue dikira mirip sopirnya. Sampai akhirnya gue datengin balita itu (dengan tersenyum) dan gue tanya ke mama-nya kok dari tadi dia nunjuk-nunjuk melulu. Dan mamanya jawab :

"Maaf Om, anak saya dari tadi manggil-manggil karena Om dikira Om-nya, Om Chandra. Makanya dari tadi dia manggil manggil "Om Chaca, Om Chaca""

Oalah.

Gue lapor ke temen-temen gue. Mereka tertawa karena gue dikira Cina huahahaha. Kata temen-temen gue, "Bersyukur lo naik kasta secara sebelumnya lebih sering dikira tukang ojek atau sopir". Mungkin karena MTA ya bok, apapun yang masuk kesana pasti dikira Cina hihi

Tapi tapi, bisa jadi Om Chandra itu sopir dia ?? Tetep dibahas :P

Eh sekali lagi, ini bukan bermaksud SARA :D

Posted at 01:35 am by prabowo
Comments (1)  

Monday, November 19, 2007
Karaoke

Minggu malam kemarin gue membunuh waktu dengan berkaraoke. Lagu wajib yang selalu dipilih tidak lain tidak bukan kalo nggak lagunya Vina Panduwinata atau Utha Likumahuwa. Kadang lagu-lagu JK Records  kami masukkan juga ke dalam list, mulai dari Ria Rezty Fauzi, Heidy Diana sampai Endang S Taurina. Najis sih tapi yang penting kami tertawa. Kadang memilih lagu ANGGUN (masih pake C SASMI ), secara pengen ngetawain video klip-nya yang jadul amburadul itu. Stocking jala-jala, rok span jeans dan tentunya topi baretnya itulah yang juara banget.

Ndilalah, kok tiba-tiba teringat gerakan Jangan Hina Kahitna-nya Miund dan Wenni. Jadi terpikir untuk memasukan lagu-lagu Kahitna dalam list :P, secara jarang-jarang terpikir untuk nyanyi lagu Kahitna secara kami lebih suka lagu jadul 80-an haha. Mulai dari Merenda Kasih, Nggak Ngerti, Tak Sebebas Merpati sampai akhirnya muncul list lagu Cantik dan Cerita Cinta. Video klipnya asli pula. Ada MARINA ALEXANDRA!!.Kemana ya tuh orang ????

Ingat Marina , teringat pula majalah MODE yang jaya raya di tahun 80-an sampai awal 90-an itu hihi.

Posted at 12:02 pm by prabowo
Comments (4)  

Saturday, November 17, 2007
Run. Don't Walk

Waktu kuliah tingkat pertama, ada matakuliah olahraga yaitu LARI. Lari keliling lapangan sebanyak 6 kali, atau kira-kira sama aja dengan lari 2.4 km. Selain tes tertulis, nilai juga didapat dari perkembangan catatan waktu dari tes pertama sampai tes ketiga yang diadakan di akhir semester. Tes pertama dilakukan di hari pertama matakuliah olahraga. Gue inget waktu itu gue ke GOR Pajajaran sore-sore untuk melakukan tes pertama. Pas liat lintasan atletik diluar lapangan bola itu,mental gue udah ciut duluan. Gila aja, 6 kali lari keliling lapangan bola ??. Apalagi sejak lolos UMPTN dan harus berangkat ke Bandung sampai akhirnya harus ikut tes lari, gue jarang banget olahraga. Berbekal badan yang masih cungkring banget (seukuran model-model PRADA di iklan majalah itu deh huahaha), gue agak-agak yakin bisa menyelesaikan. Tapi ciut juga sih liat beberapa teman yang PD abis sampai sebelum lari aja pemanasannya udah canggih banget. Badan ditekuk-tekuk, telapak kaki dijinjit-jinjit, diputer-puter sambil tangan ditarik ke kanan ke kiri. Persis seperti sprinter kalau mau lari cepat.

Eniwei, sampailah gue harus lari keliling lapangan 6 kali atau 2.4 km. Dua puteran pertama masih normal, kecepatan juga masih terjaga dan tetap semangat secara dibelakang gue masih banyak. Baru putaran keempat, mulai ngos-ngosan, keringat deras mengalir, kecepatan mulai menurun hanya masih terjaga berlari dan nggak sampai berhenti untuk ambil nafas. Sempet "panas" juga secara mau nyalip di depan aja nggak bisa-bisa. Apalagi bayang-bayang sorak sorai penonton dan pita di garis finish terus saja ada di pikiran gue. Halah. Biar berasa seperti di Olimpiade . Yang ada, pas gue nyampai finish langsung deh terkapar di tanah merah lintasan. Sialnya nggak ada sorak sorai penonton dan pita di lintasan garis finish:P.

Catatan waktu gue cuma 12 menit 54 detik. Gue kira buruk ternyata rata-rata catatannya waktunya 14 menit kalo nggak salah. Yang lebih seneng lagi, pas ujian final gue bisa sampai 11 menit lebih. Walaupun ada juga temen gue yang bisa 10 menit. Edan

Sekarang keadaan berubah. Badan gue udah nggak secungkring dulu lagi. Setelah tenis doang gak ampuh untuk bikin badan gue balik lagi ke berat badan normal, akhirnya gue pilih lari di gym lantai bawah untuk menambah porsi olahraga gue. Gue coba untuk lari sejauh 2.4 km. Penasaran saja berapa catatan waktunya dibanding 10 tahun lalu.

Dan tahu gak catatan waktu yang gue bukukan berapa ? 22 menit lebih. Oh, Tidak!!!

Akhirnya gue pilih lari jadi agenda rutin tiap malem. Ada untungnya juga berlatih lari tiap malem, selain badan jadi terasa makin fit, waktu main tenis pas ngejar bola terasa enteng banget. Hanya gak enaknya, pegel-pegelnya terasa sampai di mimpi. Haiya.

Sudah tiga minggu ini gue rutin berlari. Kalau kemarin-kemarin cuma sekitar 2.4 km, sekarang sudah ditingkatkan menjadi 5 km. Dan yang bikin seneng, catatan waktu untuk 2.4 km gue sekarang udah lebih baik, yaitu 15 menit lebih. Masih jauh dari harapan gue di angka 12 menit hihi

Gak bisa bangga juga sih kalau cuma lari 5 km secara Katie Holmes saja bisa nyentuh finish di lari maraton 50 km dengan catatan waktu 5 jam lebih 29 menit. Hebat!

Ngomong-ngomong maraton, jadi inget mas Eduardus Nabunome. Jadi inget pula nama-nama atlet Indonesia cabang atletik yang berjaya di SEA GAMES era 80-an seperti Emma Tahapari, Ester Sumah, Henny Maspaitela, Mardi Lestari, pejalan cepat Hasiati Lawole sampai Purnomo!. Kemanakah mereka?

Camper boleh punya tagline "walk.don't run", tapi  gue lebih pilih lari secara dapat keringatnya lebih cepat  daripada jalan :D.

Posted at 11:21 am by prabowo
Comments (3)  

Thursday, November 15, 2007
Mendadak Horor

Screamfestindo makin dekat aja nih. Pengen beli tiketnya lebih awal tapi takutnya nanti  nggak sama dengan apa yang geng-ceria pengenin. Nggak seru juga kalau nonton sendirian. Tapi gue bakal ngasih tahu mereka kalau diantara film-film horor itu, ada beberapa yang sepertinya layak tonton, antara lain :
Selain ada SURPRISE MOVIE, ada juga pemutaran film horor klasik tahun 80-an. Kira-kira, film-filmnya Eyang Suzana ada nggak ya ?. Jadi teringat  dialog si Eyang ini :

Eyang Suzanna : "Bang minta sate 200 tusuk makan disini, cepetan..biarin mentah juga enak"

Merinding nggak lo ???

Kalau ada the best screenplay untuk horor, dialog diatas juara kali ya?

Jadi pengen makan melati huahahaha.


Posted at 12:37 pm by prabowo
Comments (10)  

Wednesday, November 14, 2007
Tentang kartu kredit

Gue dulu paling anti kartu kredit. Tapi setelah ada kartu kredit dari bank (katanya nomor satu di Indonesia) yang memberikan penawaran Buy One Get One di 21 dan upsize minuman (kadang bisa Buy One Get One kalau ada menu baru) di bintangdolar, gue langsung tertarik pengen punya kartu kredit. Dua penawaran itu sudah mewakili kesukaan gue akan nonton dan minum kopi, jadi gue berpikir nggak ada salahnya memilikinya hihi. Trus kapanlagi coba bisa nonton di EX dengan cuma 25 ribu tapi dapat kursi empuk,besar dan paling juara diantara cineplex lain ?. Walaupun sekarang banyak salahnya juga gue memilikinya, secara nggak hanya buat nonton di 21 dan minum kopi, kartu kredit itu sering disalahgunakan juga dengan asal gesek bayar makan, beli jeans, penawaran istimewa hotel baru di Bali kemarin dan lain lain. Yang dulu hanya cukup dengan limit sebesar X, sekarang minta dinaikin dua kali lipatnya.Hah.

Melihat baliho besar kartu kredit Bank MandiSendiri di Jalan Blora kemarin,  bikin gue pengen banget apply secara iming-imingnya adalah diskon 50% di BANYAK resto di Jakarta yang tentunya restonya memang terkenal dan tempatnya strategis (buat gue), bukan seperti kartu kredit ada-deh yang cuma ngasih diskon 10% dan letak restonya di Pluit atau Kelapa Gading pula. Ditambah pula temen kantor gue punya kartunya jadi penawaran dari kartu kredit MandiSendiri itu bisa gue buktikan dulu. Semisal kemarin ngopi di cafe E, dapat diskon 50% minimal pembelian 75 ribu. Masih wajar secara harga satu cangkir aja bisa 30 ribuan, jadi pas bila berdua bisa abis 75 ribu, dapat diskon pula. Atau waktu itu gue pernah beli Es krim Dagenhas (sengaja diplesetin, tapi tetep ketahuan), dengan kartu kredit itu bisa diskon 50%. Ada lagi, diskon 75% di resto Pizza yang lumayan terkenal dengan pizza tipisnya itu (tom yum-nya juga enak) memakai kartu kredit itu juga. Gila ya, penawaran kartu kiredit dari bank itu emang benar dan NYATA manfaatnya.

Lain lagi ceritanya dari kartu kredit keluaran bank yang punya tagline "the world's local bank" . Kadang penawarannya sungguh ajaib. Udah seneng nih dapet info bahwa kartu kreditnya menawarkan diskon "menarik" makan di suatu resto, tapi setelah ditelusuri ternyata tempatnya JAUH di ujung Jakarta sana. Atau kadang ngasih diskon 50% di resto terkenal di pusat Jakarta, pas nyampai sana pelayannya bilang "yang didiskon hanya di lembar menu ini aja Mas". Setelah gue lihat menunya, gue berpikir sepertinya menu yang dikasih diskon adalah menu-menu yang NGGAK LAKU. Pas gue icip, pantesan nggak laku wong rasanya nggak istimewa banget.

Atau pernah si Kathy dengan gembiranya dapat SMS bahwa ada penawaran diskon 50% untuk MINUMAN saja di cafe (yang bisa dikira butik Jeans punya Gloria di Cihampelas kalau nggak ada embel-embel coffee di belakangnya) dari kartu kredit bank itu. Secara jarang-jarang ya, dia seneng banget. Pas nyampe sana, udah pesen minum trus bayar pake kartu kreditnya nih, dia kaget karena nggak ada tuh diskon 50%. Dia komplain dan pelayannya bilang : "Maaf mbak, diskon 50% hanya untuk MINIMAL PEMBELIAN MINUMAN 200 Ribu". Siapa juga yang mau minum kopi bergelas-gelas sampai harus habis 200 Ribu ? kalaupun berempat, paling-paling habis 100 ribu untuk MINUMAN SAJA. Marketing-nya yang tolol atau suka ngibulin orang ?.

Ada lagi kasus, ketika Blitz baru buka. Kami merasakan euphoria ketika bank itu memberikan penawaran Buy One Get One ticket nonton di Blitz. Jelas-jelas di baliho besar di JALAN BLORA itu tertulis "Buy One Get One". Udah dong rame-rame kesana, genap berenam. Lumayan dong cuma bayar bertiga. Pas bayar di konter tiket, temen gue mengeluarkan kartu kredit bank itu WARNA SILVER. Tiba-tiba penjaga konternya bilang "Wah maaf Mas, Buy One Get One-nya hanya untuk yang GOLD dan PLATINUM!". Sudah susah payah antri ujung-ujungnya makin dibikin bete.

Nah,tadi malam nih ketika gue antri beli minuman di Blitz, ada mas-mas sales yang menawari gue kartu kredit dari bank itu. Gue udah menolaknya, tapi dia tetep kekeuh juga. Sampai akhirnya gue bilang :

"Mas saya mau deh apply yang SILVER asal SAAT INI juga yang SILVER bisa buy one get one beli tiket di Blitz"

Masnya langsung pergi ninggalin gue Hehehe


Posted at 12:13 pm by prabowo
Comments (2)  

Monday, November 12, 2007
Blog Makanan Favorit

Gimana nggak ngeces kalau tiap hari gue selalu buka blog ini dan blog ini.

Jadi pengen tom yum dan salad mangga. Hah.

Posted at 12:05 pm by prabowo
Comments (4)  

Thursday, November 08, 2007
Pengen kulit hitam

Salah satu parter in crime gue punya keinginan yang ajaib. Pengen punya kulit hitam.Padahal kulit putih beningnya itu diiriin banyak pihak. Sampai gue pernah bilang ke dia :"ya bintang iklan POND's aja sampai iri ya liat elo ?".

"Gue pengen kulit gosong, biar kayak Fahrani" katanya. Halah halah.

Semua usaha sudah dilakukan mulai dari berjemur diatas genteng, berenang di kolam renang daerah Pantai Indah Kapuk sana pas jam 12 siang sampai dipanasin di dalam tabung (gue gak tahu namanya, tapi mirip banget di film Final Destination 3).

"Eh ajarin tenis dong, TAPI GUE MAUNYA JAM 12 SIANG", minta ke gue. Ya gue yang bakal jadi arang kaleee.
  
Semua usaha diatas telah dilakukan tapi hasilnya nihil. Kulitnya tetep aja putih bening tuh, katanya dia yang menjadi putri POND's 2008 huahaha.

Trus gue bilang, "Emang gak ada ya LOTION PENGHITAM KULIT ? bukannya ada tuh Banana Boat ?".

Dia jawab, "Iya itu sih tanning oil, gue sih udah punya, gue pengen cari BODY LOTION yang bisa dipake sehari-hari biar makin item"

Dan dia pernah masuk ke Toko Tubuh dan pas nanya ke mbak-mbak pelayannya "Mbak ada lotion penghitam kulit ?"

"Wah nggak ada mbak" Mbaknya jawab sambil takjub mikir "Kok ada cewek metropolis yang pengen kulit hitam disaat semua produk kecantikan mengeluarkan produk pemutih buat para wanita tropis". Huahahaha.

Kemarin dia ulangtahun. Malam ini gue mau ketemu dia. Tapi kadonya belum ada. Ada yang tahu dimana tempat membeli body lotion PENGHITAM KULIT ?

Sepertinya kado buat dia dari gue itu deh hehe.


Posted at 01:41 pm by prabowo
Comments (4)  

Wednesday, November 07, 2007
Rumah Artis Indonesia

Gue pernah di komplain bila nonton acara-acara di TV swasta Indonesia. Menurut orang yang mengomplain saya, banyak acara di TV Indonesia yang membodohi (terserah, yang penting gue sih dapet duit HALAL dari sini huahahaha). Menurutnya, tontonan tuh harus CNN, BBC, beberapa series di Starworld atau tayangan olahraga di ESPN atau StarSport. "Ngapain sih nonton infotainment! Nggak mutu banget!" kata dia ketika gue nonton infotainment. Gue bilang ke dia dengan muka datar tapi sungguh congkak nan pongah,"Ya gue kan udah pinter, ngapain nonton orang-orang pinter lagi?". Jawaban yang ampuh untuk mengatasi orang yang komplain ke gue itu.Pasti ada yang ngerasa hihi.

Eniwei,meskipun banyak acara yang membodohi, sebenernya banyak acara TV Indonesia yang bisa bikin kita tertawa lho. Ngapain juga nonton sesuatu yang serius kalau nonton TV kan tujuannya untuk refreshing.

Tayangan yang paling bisa bikini gue tertawa adalah Infotainment In**et. Selain pembawa acaranya yang kocak plus sinis-sarkas-elegan, jam tayang siang weekend juga pas banget buat di nonton sambil malas-malasan abis bangun tiur.

Nah, salah satu fitur yang paling jadi favorit gue adalah…liputan RUMAH ARTIS.

Rumah MBAK INUL yang di PONDOK INDAH itu, sepertinya mengukuhkan rekor sebagai rumah artis paling banyak di liput. Karena seringnya diliput,gue jadi hapal beberapa bagian rumah mbak Inul beserta PERABOTANnya.

Pertama bagian ruang tamu. Di ruang tamu mbak Inul ada jam tinggi ala GRANDFATHER CLOCK yang banyak dijumpai di altar tempat sesaji di Gunung Kaki,yang menurut berbagai sumber jam-segede-box-telepon-umum di Gunung Kawi itu adalah jam pemberian yang berhasil kaya setelah ke gunung itu. Tapi punya mbak Inul lebih bagus, dengan tiang emas melingkar-lingkar bagian ujungnya plus ada bayi ala Cupid yang membopong jam bagian atas. Selain ini, sofanya sungguh juara. Sofa besar warna emas dengan kain motif bunga-bunga. Mengingatkan gue akan era Renaissance. Lengkap pula ukiran-ukiran emas di setiap pinggir meja yang kalau anak kecil berlarian trus menabrak ujung meja itu bisa nangis meraung-raung, karena banyak banget tonjolan-tonjolan berukir. Untung ditengah kursi tidak ada kepala elang seperti layaknya kursi keluarga kaya di sinetron-sinetron Indosiar.

Belum berhenti kesitu. Sekarang ke arah KAMAR TIDUR UTAMA. Matras terbuat dari kayu, dengan tiang-tiang disetiap sudut yang dipakai untuk korden. Kordennya pun bukan korden kain tipis putih melainkan kain tebal berwarna coklat dengan bordiran emas disetiap ujungnya, plus tali pengikat besar berwarna emas. Dan entah kenapa ada aksen GAMBAR GITAR di bagian senderannya. "Ya saya kan penyanyi, GAMBAR GITAR menunjukan saya suka musik",katanya. Depan kamar tidur utama ada meja rias. Di samping meja rias ada RAK KACA yang berisi…HAND PHONE, yang oleh mbak INUL handphone tersebut ditata ala etalase toko HP di Roxy.Sumpah mirip.

Ketakjuban gue belum berakhir. Dengan segala keagungan interior rumah ala DA VINCI (jadi teringat tante-tante sasak),kok tiba-tiba di ruang kostum dan make-up ada…JAM DINDING PLASTIK BUNDAR (yang biasanya kita bisa dapat bila ada promo "beli 10 deterjen gratis 1 jam dinding") yang bergambar...DIRINYA.

Gue tertohok melihatnya.

Kemarin gue diberi bahan ketawaan lagi.

Kali ini rumah MOLDI, personel band RADJA. Patung bayi berambut ikal ala cupid menyangga baskom berdiri kokoh di ruang tamu. Di ruang kelurga ada kaca yang ukirannya lebih besar dari kacanya, tentunya lengkap dengan meja yang berukir ala  DA VINCI. Dan entah kenapa ada PATUNG DEWI memegang tongkat tertempel di dinding mengingatkan gue akan rumah Lia Eden.

"Saya pengen rumah kayak di TELENOVELA",kata istri Moldi.

Ya mbak, rumah ala telenovela memang cocok di negara asal telenovela kali,di Indonesia belum tentu.

Yah namanya juga selera ya. Yang pasti iklan DA VINCI di KOMPAS yang segede baliho itu (yang meski sudah didiskon 99% harga masih diatas 20 jeti itu) ternyata ampuh menarik hati mbak Inul dan Mas Moldi.

Setidaknya melalui tulisan ini saya berpesan kalau suatu saat rumah saya saya desain ala Renaissance, pilar-pilar tinggi ala koloseum Roma, furniture dari DA VINCI lengkap dengan patung bayi menyangga baskom, patung putri memegang timbangan dan pintu rumah gue bergagang kepala singa besar menggigit hulahop, tolong sadarkan saya dengan cara menyiram saya dengan air kembang ya. *ketuk-ketuk kayu*


Posted at 12:22 pm by prabowo
Comments (10)  

Monday, November 05, 2007
My brand new bag

 

Posted at 10:25 am by prabowo
Comments (12)  

Thursday, November 01, 2007
Makan sushi sepuasnya....

Beberapa hal yang bisa menghalagi gue untuk berolahraga adalah diajak nonton, diajak ngopi (apalagi ada yang mau menyebar gosip (pertemanan) terbaru) atau diajak makan di salah satu resto yang kebetulan hari itu adalah ada diskon hari terakhir.

Seperti tadi malam. Niat berolahraga sudah ada di pikiran sejak pagi harinya. Tapi entah kenapa ajakan nonton LUST, CAUTION begitu kuatnya sampai saya nggak berpikir dua kali untuk menolaknya.  Karena memang film itu sudah seminggu lalu   bikin gue pengen cepet-cepet nonton sebelum kedahuluan dapat spoiler dari sana-sini.

Tiket udah dibeli. Jam 18:45. tapi tiba-tiba salah gue mendapat SMS. "Tokio Joe diskon 50%. hari ini terakhir. tutup jam 23:00. Mau ?". Tokio Joe ini adalah resto Jepang yang menyediakan berbagai macam sushi, sashimi dan teman-temannya. Kalau nggak diskon 50% gue gak bakal mau. Mahal, 6 pieces sushi saja bisa sampai 70 ribuan. Kami berempat yang sudah kepalang basah membeli tiket mau nggak mau harus nonton. Masalahnya film-nya 2,5 jam. Keburu sih kalau umpama langsung ke Mandarin Hotel. Tapi poin-nya adalah : jam 10 malem apakah sushi-sushi keparat itu masih tersedia ?.

Dua dari kami memang sudah kelaperan sebelum nonton. Ditambah ada SMS Itu, jadi makin kelaparan luar biasa. Mereka berdua nggak konsen nonton.

Filmnya selesai. Buru-buru kami ke Tokio Joe, Hotel Mandarin itu. Nyampai jam 22:00.

Untungnya, sushi dan sashimi-nya belum abis!.

Langsung pesen banyak. Volcano (sushi udang dengan mayo bakar yang lumer dibagian atasnya), Supermodel (ada cabe rawit di dalam sushi isi kepiting dan asparagus), Deep Ocean Rool (sushi is oysterrr, nggak nahan!) sampai Umau (bayam dengan bumbu kacang, mirip PECEL tapi entah kenapa bumbu pecel disini begitu nendang!). Makan,makan,makan.Abis. Pesen lagi , MUMPUNG 50%. Makan lagi. Rebutan. Sekalian aja dessert-nya, MUMPUNG 50%. Ayo ayo. Makan,makan. Cobain es kacang merah dengan es krim vanila. Makan, makan,makan. MUMPUNG 50%.

Kenyanggg!

Kami melangkah pergi dengan langkah pelan menuju parkiran. Kekenyangan luar biasa tentunya.

Tapi setidaknya, nggak berolahraga malam kemarin terbayar dengan FILM YANG BAGUS dan MAKANAN YANG ENAK. Dua kombinasi yang jarang dalam satu malam.

Perut buncit ini seharusnya tidak dibiarkan membuncit lagi. Hah.


Posted at 02:32 pm by prabowo
Comments (3)  

Previous Page Next Page